spot_img
spot_img
Sunday, April 14, 2024
spot_img
spot_img

Uniga Tambah Satu Guru Besar Bidang Ilmu Akuntansi

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Ungkap Peningkatan Kinerja Perusahaan Melalui CSR dan Kompetisi Pasar

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Universitas Gajayana Malang (Uniga) akan mengukuhkan guru besar (professor) dari Bidang Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Rabu (28/2) hari ini.

Bertempat di Aula Utama Uniga Malang, pengukuhan guru besar Prof. Dr. Dra. Dwi Orbaningsih, M.M., Ak., CA., CSRA. oleh Rektor Uniga, Prof. Dr. Ernani Hadiyati, S.E., M.M.

akan dihadiri seluruh pengurus Yayasan Uniga Malang, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII serta Seluruh Civitas Akademika Uniga Malang.

Dalam orasi pidatonya yang berjudul “Strategi Peningkatan Kinerja Perusahaan Melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dan Kompetisi Pasar”, Prof. Dwi Orbaningsih menyampaikan pemerintah dan lembaga internasional telah mengatur dan mengeluarkan regulasi terhadap pelaksanaan tanggung jawab sosial (CSR) yang harus dilakukan oleh perusahaan Perseroan Terbatas (PT). Tujuannya untuk mengatur pengelolaan lingkungan hidup dan mewajibkan perusahaan berperilaku etis dan akuntabel dalam melaksanakan aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan. Hal itu ditunjukkan dalam aktivitas dan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan.

“Aktivitas dan pengungkapan CSR memiliki arti penting dalam perusahaan karena berbagai alasan yakni, reputasi perusahaan, keunggulan kompetitif, kesesuaian dengan regulasi, kesetiaan karyawan, keharmonisan hubungan dengan pihak terkait dan pengelolaan risiko,” ujar Prof. Dwi Orbaningsih.

Ia juga menjelaskan, ketika perusahaan melaksanakan aktivitas dan pengelolaan CSR menunjukkan bahwa, perusahaan tidak semata menghasilkan keuntungan, namun juga memperhatikan lingkungannya.

“Dikelolanya CSR dengan baik di setiap perusahaan, ini menunjukkan perusahaan memiliki hubungan antara sosial dengan perusahaan. Karena persepsi masyarakat  terhadap perusahaan adalah melaksanakan aktivitas secara tepat, cocok dengan sistem sosial (norma), serta nilai dan keyakinan. Dalam artian bahwa perusahaan menjadi bagian dari masyarakat yang harus mengikuti norma untuk meyakinkan masyarakat sehingga dapat melakukan aktivitas bisnis,” imbuhnya.

Dalam orasi pidatonya, Prof. Dwi Orbaningsih juga menyebutkan perusahaan yang berusaha untuk memahami dan memenuhi kebutuhan konsumen, mereka memiliki peluang yang lebih baik dalam membangun hubungan yang berkelanjutan dan mencapai kesuksesan bisnis. Hal ini bisa dilakukan dengan memprioritaskan keinginan dan kebutuhan konsumen dalam semua aspek bisnis yang dimiliki oleh perusahaan, yakni pengembangan produk, layanan pelanggan, pemasaran, dan strategi penjualan, perusahaan dapat mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan, memperkuat posisi mereka di pasar, dan mencapai target jangka panjang mereka.

“Dengan demikian, perlu memfokuskan pada upaya pemenuhan kebutuhan konsumen dan menjaga kepuasan yang diperoleh. Konsumen menjadi titik sumber pendapatan pada perusahaan. Berlangsung atau tidaknya perusahaan tergantung kepada konsumen yang mau melakukan pembelian terhadap produk yang dijual oleh perusahaan. Beberapa hal yang perlu difokuskan kepada konsumen,” tandasnya. (hud/adv/aim).

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img