spot_img
spot_img

Ajak Investor Garap Potensi Industri Pengolahan Rumput Laut di Indonesia

Malang Posco Media – Dalam Seaweed Investment Forum + Festival (SIFFEST) 2022 yang bertema Investasi & Inovasi Bisnis Emas Hijau Indonesia yang berlangsung hybrid di Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (1/11), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengajak pelaku usaha atau investor untuk meningkatkan pengolahan rumput laut di Indonesia. Pasalnya, memiliki potensi tinggi untuk bersaing di pasar dunia.

“Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah temu bisnis dan investasi bagi para pemangku kepentingan dalam rangka menarik minat investasi dan pengembangan usaha rumput laut nasional,” ungkap Menteri Trenggono, dilansir dari siaran pers NOMOR: SP.682/SJ.5/XI/2022 kkp.go.id, Jumat (4/11).

Melihat juga tingginya nilai ekspor rumput laut dimana Indonesia menjadi produsen rumput laut tropis terbesar di dunia dengan jumlah produksi mencapai 9,6 juta ton per tahun. Bahkan termasuk unggulan ekspor produk perikanan Indonesia. Ditambah usaha rumput laut mampu bertahan saat marak-maraknya penyebaran pandemi Covid-19. Membuktikan rumput laut memiliki potensi baik untuk bersaing di pasar dunia.

Berita Lainnya:  Mobil Panther Plat Merah Ringsek Usai Hantam Kereta Tangki Pertamina

Tercatat volume ekspor rumput laut Indonesia sampai dengan September 2022 mencapai 180,6 ribu ton dengan nilai USD455,7 juta, meningkat 93 persen dibanding tahun 2021. Tujuan utama ekspor rumpur laut adalah Toongkok.

“Hal ini menunjukkan bahwa nilai tambah rumput laut belum dimanfaatkan sepenuhnya di dalam negeri. Dengan berkembangnya inovasi dan teknologi, rumput laut sebenarnya dapat diolah menjadi beragam produk bernilai tambah dan manfaat serta memiliki nilai ekonomis tinggi. Di antaranya menjadi bahan pangan dan nonpangan, seperti pakan ternak/ikan, pupuk, kosmetik, dan juga farmasi. Rumput laut juga mampu menyerap karbon,” paparnya.

Namun yang menjadi tantangan saat ini adalah pengelolaan rumput laut itu sendiri, sebab sebesar 93,2% produk ekspor masih didominasi oleh rumput laut kering

Berita Lainnya:  Helikopter Polri Hilang Kontak di Perairan Bangka Belitung

“Apabila komoditas rumput laut ini kita tekuni secara serius, maka Indonesia dapat menjadi “champion” rumput laut dunia. Oleh sebab itu, KKP menetapkan kebijakan yang holistik dari hulu-hilir dalam pengembangan rumput laut Indonesia untuk kemudian menjadi satu kawasan ekonomi khusus, sehingga mampu meningkatkan daya saing secara nasional dan global,” pungkasnya.

Mengingat besarnya potensi pengembangan rumput laut di Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Kemaritman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi digelarnya SIFFEST 2022. Bukan hanya acara biasa, acara ini juga menjadi ajang penandatangan empat MoU antara pemerintah daerah, pelaku usaha skala besar, dan pelaku usaha rumput laut perorangan yang bertujuan untuk pengembangan dan pemenuhan bahan baku rumput laut bagi industri.

“Ini sebagai upaya akselerasi investasi dan pengembangan usaha rumput laut dari hulu dan hilir,” ungkap Luhut dalam video sambutannya.
(mg7/mg8/jon)



BERITA LAINNYA

Gempa 5.6 SR Guncang Cianjur

Potensi Pendapatan MCC Rp 7,3 M

Gerak Lamban Belanja APBD