spot_img
Wednesday, April 17, 2024
spot_img

Gedung Sekolah Rusak Menanti Perbaikan

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG- Puluhan gedung sekolah di Kabupaten Malang masih menanti perbaikan. Pemerintah Kabupaten Malang mencatat ada 49 sekolah rusak yang menjadi sasaran perbaikan tahun ini. Mulai dari ruang kelas, ruang guru, hingga ruang perpustakaan dan sanitasi.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang, merencanakan perbaikan akan terealisasi untuk sekolah dasar (SD) dengan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 30,4 miliar. Kepala Dinas Pendidikan Suwadji menyampaikan, dimungkinkan pekerjaan itu akan terealisasi antara bulan Mei atau Juni 2024 mendatang. “Sudah masuk rencana rehabilitasi (sekolah). Saat ini kami masih menunggu juknis dari Kemendikbud,” kata Suwadji, Minggu (25/2) kemarin.

Ia menjelaskan, setelah diturunkan petunjuk teknis, barulah menetapkan SK (surat keputusan) Bupati tentang penetapan lokasi yang mendapatkan rehabilitasi sekolah. Selanjutnya, perbaikan akan disosialisasikan pada sekolah. Pihak dinas dan sekolah akan membentuk tim pelaksana yang bersifat swakelola Tipe IV.

Untuk diketahui Swakelola tipe IV, yaitu Swakelola yang direncanakan Kementerian atau Perangkat Daerah penanggung jawab anggaran dan/atau berdasarkan usulan Kelompok Masyarakat, dan dilaksanakan serta diawasi oleh Kelompok Masyarakat pelaksana Swakelola.

“Dalam hal ini yang melaksanakan komite dan sekolah, tim pelaksana menandatangani kontrak kerja dengan pejabat pembuat komitmen dinas. Setelah itu baru proses pencarian. Paling tidak antara bulai Mei dan Juni,” terang Suwadji.

Dikatakan, total kebutuhan rehabilitasi sekolah di Kabupaten Malang ada 212 lembaga. Jika dirincikan, 52 lembaga dalam kondisi rusak sangat berat, dan 160 lembaga dalam kondisi rusak sedang. Akan tetapi, Suwadji menyebut, DAK yang turun tahun 2024, hanya untuk 49 lembaga.

“Untuk tahun 2023 kami melakukan rehap sekolah SD di 39 lembaga. Seperti di SDN 1 dan 2 Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi dan SDN 1 Desa Sukodono, Kecamatan Dampit. Anggaran tahun itu Rp 22,6 miliar,” tandasnya. (tyo/udi)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img