spot_img
Thursday, June 20, 2024
spot_img

Makin Nyaman, Meringkas Waktu Ramah Dompet

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Menjajal LRT yang Belum Sebulan Beroperasi di Jakarta (1)

Warga Jakarta sedang dimanjakan Light Rail Transit atau Lintas Raya Terpadu (LRT) Terintegrasi Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek). LRT meringkas waktu, bersahabat dengan dompet. Malang Posco Media (MPM) akhir pekan lalu mencoba moda transportasi publik yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), 28 Agustus 2023 lalu ini.

Kereta ini masih mulus. Super nyaman. Tempat duduknya berhadap-hadapan. Kursi empuk, bersih pula. Temperatur pendingin gerbong pas. Selama perjalanan, petugas lalu lalang membersihkan gerbong. Ada yang membersihkan kaca, ada pula yang cek tempat sampah.

MPM naik dari Stasiun Dukuh Atas. Tujuannya Stasiun Cawang. Melewati Stasiun LRT Setiabudi, Rasuna Said,

Kuningan, Pancoran, Cikoko dan Stasiun LRT Ciliwung. Ini merupakan Rute LRT Jabodebek lintas Cibubur. Jika terus setelah  Stasiun Cawang maka akan melewati TMII, Kampung Rambutan, Ciracas dan Stasiun LRT Harjamukti.

Berangkat dari Stasiun Dukuh Atas Jakarta Pusat sekitar pukul 10.39 WIB. Siang itu tak banyak penumpang. “Karena ini bukan jam sibuk. Banyak penumpang pagi dan sore menjelang malam. Lagi pula LRT ini belum sebulan,” kata  Gunawan Aryo Wibisono, salah seorang penumpang.

Kecepatannya rata-rata sekitar 50 km per jam. Bahkan bisa  mencapai kecepatan maksimum hingga 90 km per jam. Tak terasa laju kereta buatan PT Inka ini. Berasa tiba-tiba saja sudah sampai di stasiun lintasan. Hanya sekitar satu sampai dua menit berhenti untuk naik turun penumpang.

Persis pukul 11.00 WIB, MPM sudah tiba di Stasiun LRT Cawang. Waktu tempuh untuk jarak sekitar 10 Km itu sekitar 21  menit.  Untuk ukuran  Jakarta, 10 Km itu mestinya lama di jalan. Karena jalanan pasti macet.

“Harga karcis dari Dukuh Atas ke Cawang Rp 11.300. Sangat membantu karena cepat dan tak mahal,” kata Aryo, sapaan akrab Gunawan Aryo Wibisono.

Profesional yang tinggal di Bekasi namun bekerja di kawasan Senayan Jakarta pusat  ini merasakan manfaat LRT. Menuru Aryo, jika naik mobil dari Dukuh Atas ke Cawang membutuhkan waktu lebih dari 30 menit. Itu jika berkendaraan saat bukan jam padat arus lalu lintas.

“Kalau naik mobil waktu arus lalu lintas padat, dari Dukuh Atas ke Cawang bisa satu jam lebih. Terutama pagi atau sore menjelang malam saat waktu pulang kerja,” ceritanya.

Karena itu menurut Aryo, moda transportasi publik yang belum sebulan beroperasi ini sangat membantu. Lebih efesien waktu, tak capek di jalan. Lebih tenang pula.

“Saya lebih memilih naik LRT dan MRT. Apalagi pas jam padat, dijamin tepat waktu,” kata dia.

Dita Arianti, pengguna jasa LRT lain juga kini lebih nyaman. “Saya tinggal di Bekasi, kerja di pusat bisnis Sudirman. Sekarang hanya butuh waktu 40-an menit,” katanya.

Sementara jika naik mobil pribadi, Dita merasa perjalanan lebih jauh. Lebih dari satu jam. Sudah begitu lelah di jalan. “Sudah seminggu ini naik LRT terus. Lebih ngirit juga, tak terlalu capek. Biasanya pulang-pulang sudah lelah, sekarang tidak,” ceirta karyawati salah satu bank itu.

Menurut alumnus FEB Universitas Brawijaya (UB) ini, mobilitas kerjanya pun kini lebih cepat. Itu karena ada Mass Rapid Transit (MRT) yang sudah beroperasi sejak tahun 2019 lalu. “Kemana-mana jadi lebih cepat dan nyaman,” ucapnya.

Sedagkan LRT Jabodebek memang  memiliki rute lain. Yakni lintas Bekasi. Jika naik dari Stasiun LRT Dukuh Atas, maka akan melewati  Stasiun Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran,  Cikoko, Ciliwung, Cawang, Stasiun Halim, Stasiun LRT Jatibening Baru, Cikunir 1,

Cikunir 2, Bekasi Barat dan Stasiun LRT Jati Mulya.

Soal tarif memang ramah dompet. Berdasarkan pengumuman,

tarif dasar LRT Jabodebek ditetapkan mulai Rp 5.000 per 1 km pertama. Lalu mengalami penambahan sebesar Rp 700 per km selanjutnya. Sistem pembayarannya mudah. Yakni

nontunai  menggunakan kartu uang elektronik bank dan aplikasi KAI. 

Jadi ketika di stasiun tinggal tap in sesuai tujuan. 

Untuk diketahui LRT dibangun dengan anggaran Rp 32,6 triliun. Angkutan publik ini  melengkapi transportasi massal yang sudah beroperasi sebelumnya. Yakni Kereta Rel Listrik (KRL), Moda Raya Transportasi (MRT), dan Bus Raya Terpadu (BRT).

LRT Jabodebek yang memiliki panjang lintasan sepanjang 82,9 km ini rencananya akan memiliki 434 perjalanan.  Terdiri dari 31 trainset atau rangkaian kereta. (vandri battu/bersambung) 

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img