spot_img
Monday, June 17, 2024
spot_img

Panggilan Lestarikan Tarian Tradisional

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA -Menari menjadi bagian dari hidup. Begitulah yang dilakoni Gita Tri Wulandari. Ketika belajar menari dan pentas tarian maka Gita telah melestarikan tarian.

Mahasiswi semester enam UIN Malang ini belajar tari sejak TK. Kepada Malang Posco Media ia menceritakan awal mula menari atas dorongan kedua orang tuanya.

Gita kecil yang tak berani tampil di depan umum mengikuti ekstrakurikuler tari. Tujuannya agar bisa lebih berani di depan banyak orang.

“Karena orang tua melihat saya ada potensi, akhirnya saya lanjut ketika masuk SD juga ikut ekstrakurikuler tari. Ketika duduk di kelas 4 saya gabung ke sanggar tari,” terang mahasiswi jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) itu.

Ia cukup lama bergabung di sanggar tari. Bahkan sampai lulus  SMP. Tak terhitung prestasi yang diraihnya ketika duduk di bangku sekolah.  

“Banyak ya untuk lomba tari yang saya ikuti, mulai dari tingkat kota sampai nasional. Sedikit banyak sudah agak lupa apa-apa saja prestasinya. Tapi cukup banyak, salah satunya ikut FLS2N (Festival dan Lomba Seni Siswa),” ujarnya.

Gita pun  makin dekat dengan dunia tarian. Bahkan saking dekatnya, ketika sedang waktu kosong ataupun mencari hiburan, ia biasanya habiskan dengan menonton pertunjukan tari. Bahkan  menari bersama beberapa teman-temannya.

“Tari sudah menjadi bagian dari hidup saya. Sehari tidak menari itu rasanya sudah berbeda. Makanya mungkin anak-anak lain healingnya liburan kemana, saya cukup menari atau menonton pertunjukan tari,” jelasnya.

Sekarang ia sudah menguasai lebih dari puluhan tarian berbagai daerah. Dia bercita-cita   terus menambah penguasaan tarian dari berbagai daerah.

“Untuk Pulau Jawa hampir keseluruhan tariannya sudah saya kuasai. Kalau bukan kita sebagai generasi muda, siapa lagi yang akan melestarikan tari -tari yang jadi warisan para leluhur. Tari bukan hanya sekadar gerak, tapi banyak makna, banyak pelajaran yang bisa diambil,” ucapnya.

Sampai saat ini Gita masih sering mengikuti perlombaan tari.  

“Awalnya saya berpikir susah menari ketika sudah kuliah. Ternyata tidak, di jurusan saya sekarang yakni PGMI, ternyata tari menjadi salah satu yang diajarkan juga. Dari sini saya bertambah semangat  melengkapi tarian-tarian saya, menguasai tari tradisional dari berbagai daerah di Nusantara,” terangnya.

Beberapa juara yang pernah ia raih di antaranya Juara II FLS2N Seni Tari Kota Malang tahun 2018, Juara 1 Lomba Tari Psychology Art and Sport Competition 2023, Pengisi acara di International Guest Lecture bersama Sekolah Indonesia (Singapura) 2023 dan masih banyak lainnya. (adm/van)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img