spot_img
Friday, June 14, 2024
spot_img

Pondok Pesantren Putri Tahfidzul Qur’an Nurul Furqon 2

Terapkan Metode Talaqqi, Hafalan Bersanad Hingga Rasulullah

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Pondok Pesantren Putri Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Nurul Furqon 2 berkembang pesat. Pesantren yang didirikan dan diasuh oleh Agus Mochammad Nafis Muhajir ini berada di Jalan Sumbersari nomor 03 Lowokwaru Kota Malang. Sekitar 250 meter dari kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

MALANG POSCO MEDIA – Dalam mengembangkan lembaga ini, Mochammad Nafis Muhajir atau yang akrab disapa Gus Nafis dibantu oleh istrinya, Ning Rovita Agustin Zulaiminah, MA. PPTQ Nurul Furqon 2 terus berkembang. Pesantren ini telah mendirikan gedung baru. Lokasinya di jalan Raya Candi VI Nomor A2 Perum Pesona Bougenvile Regency. Tepat di tepi Jalan Raya Poros Gasek yang berjarak 400 meter dari gerbang belakang kampus UIN Maliki Malang.

Kepada Malang Posco Media, Gus Nafis mengatakan dibukanya lokasi baru untuk PPTQ Nurul Furqon 2 tidak lain karena santri terus bertambah. Sedangkan gedung yang berada di Sumbersari sudah penuh. “Peminat nyantri di pesantren kami terus bertambah, sehingga kami berupaya mencari hunian baru,” katanya.

PPTQ Nurul Furqon 2 sendiri, merupakan pengembangan dari PPTQ Nurul Furqon 1 yang berada di Jalan Kopral Usman 1/35 Wetan Pasar Besar Sukoharjo Klojen Kota Malang. Kedua pesantren ini berada di bawah naungan Yayasan Al-Chusainiyah yang diasuh langsung oleh KH. Chusaini Al-Hafidz.

Seiring berjalannya waktu, pesantren putri Nurul Furqon 1 ini pun berkembang pesat. Bahkan kata Gus Nafis, santrinya lebih banyak dari pesantren putra PPTQ Raudhatusshalihin, yang juga dalam naungan Yayasan Al-Chusainiyah.

Karena PPTQ Nurul Furqon 1 terus berkembang dengan jumlah santri yang kian bertambah, maka berdirilah PPTQ Nurul Furqon 2. Gus Nafis sendiri merupakan putra pertama KH. Mochammad Chusaini, Pendiri Yayasan Al-Chusainiyah dan Pendiri sekaligus Pengasuh PPTQ Raudhatusshalihin dan PPTQ Nurul Furqon 1.

Gus Nafis mengatakan rencana berdirinya PPTQ Nurul Furqon 2 tidak serta merta terjadi. Tetapi membutuhkan pemikiran dan pertimbangan yang matang. Mengingat kesibukannya yang cukup padat mengajar dan beraktivitas di lembaga lain. “Saya khawatir tidak maksimal mengelola pesantren secara mandiri,” ucap pria yang juga Dosen UIN Maliki Malang ini.

Dia juga menjadi pengajar di PPPA Darul Qur’an cabang Malang, MTs Ma’arif dan juga sebagai Penyuluh Agama Islam Kota Malang. Ditambah aktivitas mengajar di PPTQ Raudhatusshalihin yang juga membuka cabang di beberapa tempat lain.

Karena kesibukan itulah, rencana membuka PPTQ Nurul Furqon 2 benar-benar dipertimbangkan. Dia bersama sang istri tercinta, sempat gundah. Salat istikharah pun dilaksanakan. Keduanya juga meminta saran kepada KH. Moch. Chusaini dan beberapa kiai sepuh lainnya. 

Setelah beberapa ikhtiar dilakukan, Gus Nafis dan Ning Rovita merasa mantab. Maka berdirilah PPTQ Nurul Furqon 2, pada tanggal 17 Agustus 2016.

Awal nama pesantren yang dirintis ini yaitu Baitu Tahfizh Qur’an Nurul Furqon (BTQ Nufo). Pemilihan diksi Bait (rumah), untuk nama pesantren ini lebih tepat daripada kata ‘pesantren’ yang notabene bangunannya besar dan luas.

Sedangkan bangunan BTQ Nufo hanya seluas 101 meter persegi dengan kapasitas maximal 24 santri. Adapun nama Nurul Furqon menginduk pada salah satu pesantren khusus putri di Yayasan Al Chusainiyah yang lebih dahulu berdiri.

Dan pada Hari Rabu tanggal 3 Februari 2021, nama Baitu Tahfizh Qur’an Nurul Furqon diubah menjadi Pondok Pesantren Nurul Furqon 2 (PPTQ Nufo 2). “Dengan harapan pesantren ini semakin berkembang pesat dalam syiar Qur’an dan lebih banyak lagi melahirkan Hamalatul Qur’an dari masa ke masa,” tuturnya.

Dengan demikian, PPTQ Nurul Furqon 2 kini memiliki dua lokasi yaitu disebut Al Wafiyah yang beralamatkan di Jalan Raya Candi VI Perum Pesona Bougenvile Regency nomor A2 Kota Malang dan Al Aqliyah yang berlokasi di Jalan Sumbersari Gang 1 nomor 3 Kota Malang.

Sementara itu, Ning Rovita Agustin Zulaiminah mengatakan, sistem pembelajaran tahfidz (menghafal) di PPTQ Nurul Furqon 2 menggunakan metode talaqqi. Yaitu cara belajar dan mengajar secara langsung. Guru dan murid berhadapan. “Cara ini sebagaimana cara mengajar Rasulullah kepada para sahabatnya,” ujar Ning Rovita.

Dia menerangkan, dengan metode talaqqi ini, keaslian bacaan teks Al Qur’an yang disetorkan oleh santri dapat dicek secara langsung kebenarannya oleh sang guru. Dalam hal ini oleh Gus Nafis sendiri. Maka, meskipun ada santri baru telah memiliki hafalan Quran, tetap wajib menyetorkan hafalannya dari permulaan juz ke-30 kemudian bergulir ke juz 1, hingga mencapai 30 juz sempurna.

Ning Rovita menuturkan, kesempurnaan talaqqi 30 juz ini menjadi perhatian yang sangat penting. “Karena menjadi syarat mutlak bagi santri untuk mengikuti wisuda tahfidz dan mendapatkan syahadah tahfidz serta ijazah sanad tahfidz yang muttashil (sambung) hingga Rasulullah,” tuturnya.

Hingga kini, PPTQ Nurul Furqon 2 telah mencetak tiga penghafal Quran sebagai wisudawati di periode I pada tahun 2018, sejumlah delapan wisudawati periode II pada tahun 2020 dan 12 wisudawati pada periode III tahun 2022. “Selain kegiatan menghafal Qur’an, di PPTQ Nurul Furqon 2 juga mengkaji tafsir, hadits, dan fiqih yang diampu oleh asatidz alumni Sudan dan Mesir,” tandasnya. (imm/lim/bersambung)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img