spot_img
Monday, February 26, 2024
spot_img

2024, Tidak Ada Anggaran Revitalisasi Pasar

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG- Tidak ada anggaran revitalisasi pasar di tahun 2024 di Kabupaten Malang. Hal ini disampaikan langsung Kepala Dinas Perindustiran dan Perdagangan Kabupaten Malang Mahila Surya Dewi. Dihubungi Malang Posco Media, dia mengatakan anggaran yang dimiliki Disperindag Kabupaten Malang sangat minim.

“Tahun ini kami hanya diberi Rp 22 miliar. Tahun lalu, kami juga tidak menganggarkan untuk revitalisasi pasar. Jadi dua tahun ini kami tidak anggarkan revilatalisasi pasar lagi,” tambahnya.

Mahila sendiri tidak menampik jika saat ini kondisi bangunan pasar di Kabupaten Malang rata-rata memprihatinkan. Terutama bagian atap. Butuh dilakukan perbaikan. Apalagi saat ini musim penghujan. Yang mana atap di bangunan pasar yang ada di Kabupaten Malang rata-rata mengalami kebocoroan.

Selain itu juga konekting bangunan pasar. Dari bangunan lama dengan bangunan baru. Dikatakannya, ada beberapa pasar yang harus disambungkan bangunanya agar menyatu. Diantarannya adalah Pasar Sumedang dan Pasar Bululawang.

“Ini juga yang paling memprihatinkan. Bangunan Pasar Lawang. Tidak hanya bocor, tapi bangunannya itu juga sudah rapuh pascaterbakar tahun 2019 lalu. Jika tidak dilakukan revitalisasi kami kawatir dengan kekuatan bangunannya,” urai wanita berjilbab ini.

Dia menyebutkan di Kabupaten Malang terdapat 34 pasar yang dikelola Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang. Mahila menjelaskan, sejatinya untuk pembangunan Pasar Lawang ditanggung oleh pemerintah pusat. Namun demikian janji itu belum terealisasi sampai dengan tahun ini.

“Kami terus berusaha agar Pasar Lawang segera dibangun. Kami bersurat ke Kementerian Perindustrian dan Kementrian PUPR. Tapi belum ada jawaban,” tambahnya. Dia mengingat sejak awal menjabat sampai dengan akhir 2023 lalu, pihaknya mengirimkan surat sebanyak 13 kali baik ke Kementrian Perindustrian maupun ke Kementrian PUPR.

“Kami tidak akan merasa lelah. Ini PR kami. Dan kami akan terus berusaha. Termasuk mengusulkan bantuan hibah ke pemerintah pusat untuk revitalisasi pasar. Karena jika mengandalkan APBD sudah jelas, tidak bisa,’’ ungkapnya.

Selain itu, upaya lain agar kondisi pasar tetap baik dan dapat digunakan yaitu melakukan pendekatan dengan para pedagang. Dimana Disperindag mengajak pedagang juga ikut memikirkan kondisi bangunan pasar.

Mahila juga memberikan apresiasi kepada para pedagang yang selama ini sudah bergotong royong melakukan kerja bakti serta melakukan perbaikan di bagian pasar yang rusak. “Seperti di Pasar Karangploso, pedagangnya rutin sekali seminggu melakukan kerjabakti di lingkungan pasar,” tandasnya. (ira/mar)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img