spot_img
Monday, April 15, 2024
spot_img

Coblosan Ulang Partisipasi Pemilih Menurun

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Karena di Kabupaten Malang Digelar saat Hari Kerja, Hari Ini Kota Malang PSU, KPU All Out

MALANG POSCO MEDIA-Partisipasi pemilih jadi persoalan saat Pemungutan Suara Ulang (PSU) atau coblosan ulang. Ini jadi tantangan di Kota Malang yang menggelar PSU di sejumlah TPS, Sabtu (24/2) hari ini. Sedangkan di sejumlah TPS di Kabupaten Malang mengalami penurunan partisipasi pemilih saat PSU, Jumat (23/2) kemarin.

Coblosan ulang di wilayah Kabupaten Malang,  kemarin  digelar  di lima TPS. Tiga di antaranya di Kecamatan Sumberpucung, dua lainnya di Pakis dan Pujon.

Proses pemilihan hingga penghitungan suara berlangsung lebih singkat. Namun partisipasi pemilih mengalami penurunan.

Di Kecamatan Sumberpucung PSU dilaksanakan di TPS 002, TPS 004, dan TPS 016 yang ketiganya berada di Desa Senggreng. Sementara itu di Kecamatan Pakis dilakukan di TPS 004 Desa Sekarpuro, dan di Pujon TPS 003 Desa Bendosari. Surat suara yang dicoblos dalam pemilihan berbeda-beda tergantung kebutuhan PSU di TPS.

Berdasarkan pantauan Malang Posco Media, pemungutan suara ulang di TPS 004 Desa Senggreng partisipasi masyarakat menurun. Hingga pukul 11.00 jumlah yang mencoblos sekitar 50 persen dari DPT. Yakni sekitar 130 dari 266 pemilih.

Hingga hasil penghitungan dibacakan, jumlah pemilih yang hadir lebih sedikit dibandingkan coblosan 14 Februari lalu. Pihak Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menyadari  pelaksanaan PSU di hari kerja juga berpengaruh terhadap tingkat antusiasme masyarakat.

Hingga pukul 12.00 WIB pemilihan berlangsung, terpantau tiga TPS yakni TPS 002, TPS 004, TPS 016, relatif lebih banyak datang hanya di awal pembukaan TPS. Hingga akhir batas penutupan suara, dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 266 pemilih, hanya ada 149 pemilih yang datang ke TPS untuk menggunakan hak suaranya.

Ketua KPPS TPS 004, Desa Senggreng, Miftakhul Rojak membenarkan. Ia mengatakan  kedatangan pemilih saat PSU menurun dibandingkan pencoblosan serentak 14 Februari 2024. “Kalau pemilih menurun, lebih banyak yang kemarin (14 Februari 2024),” kata Rojak.

Dirincikannya, ada sebanyak 210 pemilih yang datang ke TPS di hari pemungutan suara 14 Februari lalu. Sedangkan saat PSU kemarin  149 pemilih. Sementara suara tidak sah tercatat ada tiga surat suara. Sehingga suara sah berjumlah 146 suara pemilihan presiden wakil presiden (PPWP). “Dalam PSU di TPS 004 Desa Senggreng pengulangan pemungutan suara dilakukan untuk dua surat suara yakni pilpres dan DPD Jatim,” papar dia.

Hasil di TPS 004, diketahui perolehan suara pasangan calon (Paslon) Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 sebanyak 9 suara, paslon 02 sebanyak 118 dan 03 sebanyak 19 suara.

Pelaksanaan PSU di hari kerja membuat warga di Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang kerepotan untuk kembali mencoblos. Sebagian warga rela izin di hari kerja demi menyalurkan kembali hak suara untuk Pemilu 2024. Salah satu warga yang ikut mencoblos di TPS 004 Desa Senggreng, Sugianto, yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta itu kembali datang ke TPS untuk mencoblos. Kendati begitu, pria 56 tahun  ia tak terlalu mempermasalahkan PSU karena ia merasa sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai warga negara.

“Menurut saya tidak apa-apa karena ada beberapa hal kalau yang memang perlu pemilihan ulang, kita sebagai warga sih sebenarnya mentaati aturan dengan prosedur yang ada,” kata Sugianto saat ditemui kemarin.

Ia kembali melakukan pemilihan khusus dua surat suara. Yakni pemilihan presiden dan wakil presiden (PPWP) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Hal itu sesuai pemberian surat suara yang dicoblos oleh warga yang merupakan DPT luar daerah. Sugianto juga tak merasa kecewa meski dia harus izin kerja. Beruntung, ia tak dipersulit pimpinan di tempatnya bekerja untuk ikut mencoblos setelah mengajukan izin. Ia juga menunjukkan surat undangan PSU dari KPU.

“Saya kerja hari ini, izin sebentar ke pimpinan untuk coblosan. Diperbolehkan karena sudah menyadari kalau ini hak demokrasi,” kata dia.

Ia mengatakan, tetangga-tetangganya juga banyak yang memutuskan cuti demi menggunakan hak suara mereka. Ditanya mengenai pemberitahuan KPU terkait dengan permasalahan yang terjadi, dia mengaku belum mendapatkan sosialisasi lebih jelas, melainkan hanya informasi PSU.

Masyarakat cukup antusias di jam-jam awal pembukaan TPS untuk coblosan. Menurut pantauan pada pendataan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 004, hingga pukul 11.00 siang 130 dari 266 DPT telah melakukan pemungutan suara di bilik suara. Sugianto sendiri, setelah melakukan pencoblosan bergegas kembali ke tempat kerja. “Kayaknya sosialisasinya yang kurang. Pas ngasih undangan kemarin tidak ada informasi lain (kesalahan DPT),” tambah Sugianto.

Selain di Desa Senggreng, menurut informasi yang dihimpun penurunan jumlah partisipasi pemilih juga terjadi di TPS 004 Desa Sekarpuro. Yakni partisipasi yang ikut mencoblos kemarin sebanyak 201, sedangkan pada 14 Februari lalu mencapai 246 pemilih.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia, KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika mengatakan, PSU  dilakukan karena ada pemilih luar daerah yang dilayani dan kemudian mencoblos di lima TPS tersebut. “Yang membawa KTP belum terdaftar sebagai pemilih tambahan atau DPTb dilayani kemudian mencoblos. Itu keliru memang, dan kemudian ada rekomendasi juga dari Bawaslu maka dilakukan pencoblosan ulang,” terang Dika.

Mahardika mengatakan, sebelum proses PSU, logistik kebutuhan pencoblosan didistribusikan pada pukul 05.00 di hari yang sama. Pihaknya melakukan pemantauan di seluruh TPS yang melakukan PSU agar tidak lagi terjadi kesalahan memasukkan pemilih. Nantinya, hasil PSU otomatis akan merevisi dari hasil pemilihan 14 Februari lalu. Sementara itu untuk pelaksanaan ia mengamini memang terjadi penurunan.

“Kabarnya memang tidak sebanyak pada saat serentak 14 Februari. Terutama di Sumberpucung memang ada penurunan, kondisinya berbeda juga di hari ini ada yang kerja, faktor lain juga ada saya tidak tahu persis,” ungkapnya.

Sementara itu KPU  Kota Malang memastikan  telah 100 persen siapk melaksanakan PSU Sabtu (24/2) hari ini. Semua persiapan baik petugas maupun logistik sudah selesai dipersiapkan. Termasuk undangan atau form C pemberitahuan yang sudah disebarkan pada H-1.

“Kemarin sudah koordinasi juga dengan Pemda, Polresta, Kodim dan Bawaslu. Teman teman KPPS juga sudah kami bimtek. Pagi ini (kemarin) tadi teman-teman PPS menyampaikan C pemberitahuan kepada pemilih di tiga TPS tersebut. Sore ini (kemarin) teman-teman mulai mendirikan TPS. Untuk logistik, berdasar hasil koordinasi dengan Forkopimda akan dikirimkan besok (hari ini) jam 6 pagi ke TPS dari KPU,” beber Komisioner KPU Kota Malang Deny Bachtiar, Jumat (23/2).

Pengiriman logistik seperti kotak suara, bilik suara, surat suara hingga dokumen dokumen lain, sengaja dikirimkan pagi hari sebelum pembukaan TPS karena mempertimbangkan faktor keamanan. Proses distribusinya juga bakal dikawal oleh petugas keamanan.

Untuk pelaksanaan coblosan, meski diperkirakan berlangsung lebih cepat karena hanya satu jenis pemilihan, akan tetapi penutupan tetap dilakukan pada pukul 13.00 WIB. Sesuai aturan yang ditetapkan, pemungutan suara dimulai pukul 07.00 pagi sampai 13.00 WIB. Baru setelah itu dilanjutkan dengan penghitungan surat suara.

Seperti diketahui, PSU akan digelar di tiga TPS yang ada di Kecamatan Lowokwaru. Yakni TPS 14 dan TPS 37 di Kelurahan Mojolangu serta TPS 48 Kelurahan Jatimulyo. Total DPT keseluruhannya mencapai 760 pemilih.

“Kami berharap proses pemungutan suara ulang nanti bisa berjalan lancar,” tegas Deny. (tyo/ian/van)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img