spot_img
spot_img

Evaluasi Kinerja Tim

MALANG POSCO MEDIA – Tiga kekalahan beruntun didapatkan Arema FC setelah kembali kalah dari PSIS Semarang, Sabtu (21/1) lalu. Evaluasi cepat wajib dilakukan Tim Singo Edan.

Itu  bila tak ingin terpuruk di kompetisi BRI Liga 1 2022/2023, apalagi sampai terseret ke papan bawah dan bahkan terseret ke zona merah.  Sebaliknya anak asuh Javier Roca ini harus cepat kembali ke trek kemenangan di pekan-pekan selanjutnya.

Sebelum kalah dari PSIS, Alfarizi dkk juga sudah dua kali mendapatkan hasil minor. Yakni tumbang dari Bhayangkara FC serta Madura United di pengujung putaran pertama.

Arema FC bertekad bangkit dan mempersiapkan diri dengan baik ketika masa jeda. Sejak awal Januari 2023, pemusatan latihan telah dijalani. Sayangnya saat memulai putaran kedua di pekan 19 (pekan 18 ditunda), misi bangkit tidak berjalan mulus.

Lagi-lagi, meskipun secara permainan Arema FC mendominasi sesuai  game plan, hasil akhirnya tetaplah kekalahan. Penguasaan bola yang mendominasi hingga passing 1-2 sentuhan bisa dilakoni. Namun tak ada gol tercipta yang membuat kekalahan Singo Edan.

Hal ini sudah disadari oleh penggawa Arema FC. “Semua evaluasi pasti tergantung hasil pertandingan ya. Kalau hasil tidak memuaskan, maka ada yang salah,” kata pelatih Arema FC Javier Roca.

Berita Lainnya:  Bawa Misi Kembalikan Roh Permainan

Dia mengatakan, secara permainan timnya stabil. Terutama di laga terakhir melawan PSIS Semarang. Roca menyebut timnya bisa selalu unggul dalam ball posession, juga masih terus menyerang sampai akhir laga.

“Cuma plan tidak berjalan lancar. Kalau menguasai bola, passing, menyerang semua bisa berjalan,” terangnya.

Dia menegaskan ketika plan tak berjalan lancar, yang pertama dievaluasi adalah pelatih alias dirinya sendiri. Pria asal Chile itu menyadari ada kesalahan dalam menerapkan line up.

“Saya memasukkan empat gelandang karena tujuannya adalah memanfaatkan dua striker murni (Dedik Setiawan dan Abel Camara). Tapi plan itu tidak berhasil (menjadi gol),” tambahnya.

Lantas, dia menyebut timnya sudah memiliki plan B ketika rencana utama tersebut mandek. Akan tetapi, Roca mengakui keputusan perubahan itu terlambat.

“Kami punya peluang, mungkin beda kalau tidak ada peluang. Saya menjalankan plan B, dengan memasukkan pemain sayap, tapi telat. Ya itu, evaluasi pertama ke saya dulu, kesalahan yang saya lakukan adalah line up dan ini evaluasi bagi kami semua,” tutur dia.

Berita Lainnya:  Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Deklarasikan Penolakan Diatasnamakan dalam Aksi Apapun

Secara permainan tim, dia menilai bila suplai bola ke striker masih minim. Padahal, empat gelandang yang diturunkan bersama-sama adalah salah satu upaya memperbaiki minimnya bola di area pertahanan lawan. Sama seperti ketika laga melawan Bhayangkara FC lalu.

“Rencana awal memainkan empat gelandang dan tanpa pemain sayap itu supaya mereka bisa menyuplai bola lebih banyak ke striker. Tapi itu tidak jalan. Mungkin karena tidak nyaman (pemain) di posisi itu, lawan juga membuat susah,” katanya.

Menurut dia, kini timnya mulai mengingat performa manis ketika meraih empat kemenangan beruntun. Begitu juga permainan saat menang di laga lainnya.

“Mungkin di laga-laga yang pernah menang, kita mainnya bagaimana,” tambah dia.

Saat menang, Arema FC memang kerap lebih memilih strategi counter attack yang mengandalkan transisi cepat pemain. “Kami mencoba harus berubah,” tegas dia.

Sementara itu, Gelandang Arema FC Arkhan Fikri mengakui, timnya harus belajar dari kesalahan. Arema FC mesti berbenah untuk kembali ke jalur kemenangan.

“Kami harus belajar. Dalam laga kami menguasai bola tapi terkena counter attack dan kebobolan. Ke depan harus lebih baik,” kata dia. (ley/van)

BERITA LAINNYA